Wednesday , 22 November 2017

Forsidosma 2017

Forsidosma merupakan kegiatan yang setiap tahun diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA (HMP IPA) Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Maret 2017. Forsidosma adalah kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa kepada dosen. Dalam forum ini, mahasiswa diperbolehkan menyampaikan keluh kesahnya tentang beberapa fasilitas yang kurang dan permasalahan akademik, serta mahasiswa juga dapat menyampaikan pendapatnya mengenai hal lain yang terkait dengan sistem perkuliahan dan juga saran untuk pengembangan prodi. Beberapa mahasiswa dari setiap angkatan (2013, 2014, 2015, dan 2016) hadir dalam kegiatan ini sekaligus ikut berpartisipasi dalam memberikan saran dan menyampaikan keluhannya.Tidak hanya mahasiswa saja, beberapa dosen pun ikut ambil bagian dalam kegiatan ini,ada Ibu Erni Yulianti,S.Pd., M.Pd.,Bapak Sugiyanto,S.Pd., M.Si., Bapak Irul, dan Ibu Metri Dian Insani, S.Si., M.Pd. selaku pembimbing HMP IPA,termasuk Korprodi Pendidikan IPA, Dr. Munzil, S.Pd., M.Si.yang sekaligus member sambutan dalam acara ini. Kegiatan yang bertempat di gedung O3, ruang 306, FMIPA, UM ini berlangsung dengan santai. Kapan lagi mahasiswa bisa berpendapat dengan bebas kalau bukan di forum diskusi ini.

Foto mahasiswa bersama dosen

Foto mahasiswa  bersama dosen

Forsidosma tahun ini mengusung tema “Saling Bersinergi, Wujudkan Aspirasi”.Terdapat tiga isu utama yang dibahas dalam forum diskusi ini. Yang pertama terkait dengan pembuatan gazebo untuk belajar dan mengerjakan tugas. Sebagian mahasiswa setuju dengan hal tersebut. Tetapi ada juga mahasiswa yang tidak setuju karena mereka berpikir belajar bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Yang kedua sarana wifi yang sering tersendat dan lama. Banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat ini karena menganggap wifi adalah kebutuhan primer sehingga kalau tersendat dapat menghambat proses perkuliahan. Yang terakhir adalah masalah pengambilan skripsi dan KPL tidak harus di semester 8. Mayoritas mahasiswa setuju dengan pendapat tersebut. Mereka merasa terbebani jika KPL dan skripsi diambil dalam satu semester.

Banyak pertanyaan lain yang diutarakan oleh mahasiswa. Salah satunya, penyelenggaraan studi banding bagi seluruh mahasiswa Pendidikan IPA. Menurut IbuMetri, jika pesertanya adalah seluruh mahasiswa maka perlu diperhatikan biayanya. Jika diagendakan, perlu koordinasi dan kesepakatan dengan para ketua offering juga. Jadi perlu pertimbangan yang matang, karena kegiatan ini membutuhkan finansial yang cukup besar.

Sesi tanya jawab

Sesi tanya jawab

Sekarang kita tahu manfaat diadakannya forum diskusi seperti ini. Forum ini memfasilitasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya kepada dosen. Jika di hari-hari biasa dosen susah untuk ditemui karena kesibukannya, di forum diskusi ini para dosen rela meluangkan waktunya untuk mendengarkan juga menampung saran dan pendapat yang mahasiswa lontarkan demi mewujudkan Prodi IPA yang lebih baik. Tetapi masih ada juga beberapa mahasiswa yang tidak hadir dan ambil bagian dalam kegiatan ini. Padahal mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Suasana saat mahasiswa menyampaikan aspirasi

Suasana saat mahasiswa menyampaikan aspirasi

Semoga dengan adanya kegiatan FORSIDOSMA, kualitas sarana dan prasarana di Prodi Pendidikan IPA, FMIPA, UM ini semakin meningkat dan lebih baik, hubungan dosen dan mahasiswa pun juga diharapkan semakin erat. Jadi yang belum bisa hadir kemarin, tunggu di FORSIDOSMA selanjutnya ya?

 

Satukan Pundak Berikan Inovasi

(VW)