FORSIDOSMA 2021 “Sampaikan Aspirasi, Temukan Solusi”

FORSIDOSMA 2021 “Sampaikan Aspirasi, Temukan Solusi”

 

FORSIDOSMA (Forum Diskusi Dosen dan Mahasiswa) merupakan salah satu program kerja dari HMP IPA OMEGA yang mempertemukan mahasiswa dengan dosen dalam suatu forum diskusi untuk menemukan titik terang atau solusi atas permasalahan di prodi pendidikan IPA. Pendapat, aspirasi, serta inovasi dituangkan baik dari dosen maupun mahasiswa untuk mewujudkan prodi pendidikan IPA yang lebih baik. Permasalahan yang diangkat dari bidang akademik maupun non-akademik, mulai dari sistem pembelajaran hingga perihal sarana dan prasarana.Selain itu, FORSIDOSMA juga bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara dosen dengan mahasiswa prodi pendidikan IPA.

FORSIDOSMA kali ini diadakan pada 10 April 2021 dengan mengusung tema “Sampaikan aspirasi, temukan solusi”. Masih dalam situasi pandemi,namun tidak menjadi halangan untuk tetap terlaksananya forum diskusi ini. FORSIDOSMA berlangsung secara virtual melalui salah satu aplikasi teleconference yaitu zoom meeting. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari angkatan 2017-2020 serta oleh beberapa dosen dan tenaga kependidikan prodi pendidikan IPA. Dimulai dari pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 14.00 WIB yang terbagi atas dua sesi.

Pada sesi pertama untuk mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 yang berlangsung pada pukul 09.00-11.30 WIB. Dibuka oleh pembawa acara Virdiana Intan Ardhiyanti yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, forum diskusi dipimpin oleh moderator Arsyilla Shinta Rahmawati. Pada sesi ini terdapat masing-masing 4 isu dari bidang akademik dan non-akademik yang sebelumnya telah dilakukan voting. Empat isu dari bidang akademik yaitu terkait MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), jadwal skripsi dan KPL yang dilakukan bersamaan sehingga kurang mengetahui permasalahan yang ada di sekolah, program MBKM dan asistensi mengajar yang belum sesuai dengan sosialisasi di awal, serta masalah terkait sistem skripsi dan sempro. Dilanjutkan dengan empat isu pada bidang non-akademik yaitu perlunya pengarahan bagi mahasiswa setelah lulus seperti sertifikat yang penting bagi pendidik, aktivitas bimbingan yang dirasa sulit dilakukan secara langsung, belum adanya kegiatan evaluasi dari prodi terkait aspirasi yang disampaikan mahasiswa, serta perihal UKT di masa pandemi ini.

Pada sesi kedua untuk mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 yang berlangsung pada pukul 12.15-14.00 WIB. Jalannya diskusi dipimpin oleh moderator Desy Fitriaska ‘Ainunnizar. Terdapat 4 isu dari bidang akademik dan 5 isu dari bidang non-akademik. Empat isu dari bidang akademik tersebut yaitu kurangnya feedback dari beberapa mata kuliah, kendala kelancaran sinyal dari kuota untuk pembelajaran, praktikum melalui literatur yang sulit dipahami, serta kurangnya sosialisasi kegiatan GEMAKARSATA (Gerakan Mahasiswa Satu Karya Satu Tahun). Dilanjutkan dengan lima isu pada bidang non-akademik yaitu pengurusan surat izin untuk lomba yang dirasa sulit, belum adanya jas almamater bagi angkatan 2020, perlu adanya rak atau almari khusus laboratorium IPA, serta perlu adanya ruang diskusi outdoor.

Diskusi FORSIDOSMA berjalan dengan lancar dan diskusi aktif antara mahasiswa dengan dosen. Permasalahan-permasalahan dan pertanyaan-pertanyan tersebut telah terjawab oleh perwakilan dosen dan akan ditindaklanjuti setelahnya. Dengan adanya acara ini semoga dapat memperbaiki kekurangan dari prodi pendidikan IPA sehingga menjadi lebih berkualitas, serta komunikasi antara mahasiswa dengan dosen tetap terjaga.